1. Hubungan jumlah penduduk, tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja !
Jumlah penduduk adalah banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah negara.
Tenaga kerja adalah setiap yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.
Angkatan kerja adalah jumlah produktif yaitu usia 15 keatas tahun yang sedang bekerja ataupun mencari pekerjaan.
Kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan tersedianya lapangan kerja yang siap diisi oleh pencari kerja.
Jadi hubungan dari keempat ini adalah jumlah penduduk mempunyai hubungan langsung dengan jumlah angkatan
kerja, kesempatan kerja dan pengangguran. Semakin tinggi jumlah penduduk
suatu Negara, semakin tinggi juga jumlah angkatan kerja kesempatan
kerja dan pengangguran di Negara tersebut.
2. Mengapa pengangguran bisa terjadi !
Karena tidak meratanya lapangan kerja yang tersedia dengan jumlah angkatan kerja yang terus menerus bertambah. Penyebabnya bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti PHK besar-besaran karena produksi yang turun.
3. Bagaimana menurutmu cara yang paling tepat mengatasi pengangguran di Indonesia!
Menurut saya dengan pengadaan lapangan kerja baru lagi dengan meningkatkan kualitas pekerja agar hasil produksi menghasilkan kualitas yang baik.
4. Bagaimana menurutmu tentang system Outsoursing di Indonesia?
Outsourching sendiri memiliki arti sistem dimana perusahaan mengambil pekerja dari perusahaan lain dengan jangka kontrak yang telah disepakati. Menurut saya outsourching memiliki sisi positif dan negatifnya, kalau positifnya dari segi perusahaannya yang bisa memberi upah lebih kecil tapi kalau sisi negatifnya berada diposisi para pekerjanya yang tiba-tiba suatu saat bisa kehilangan pekerjaannya. Ini sangat merugikan bagi para pekerja karena perusahaan tindak memandang kelas bawah yang bisa saja di PHK suatu saat.
5. Keberhasilan dan kegagalan pembangunan ekonomi Indonesia !
Keberhasilannya :
- Kemandirian bangsa untuk melaksanan pembangunan ekonomi nasional secara berkesinambungan dengan bertumpu pada kekuatan rakyat.
- Partisipasi masyarakat masyarakat secara optimal dalam program pembiayaan pembangunan nasional melalui mekasnisme pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja begara (APBN) yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Kepastian hukum kepada pemodal dan komitmen pemerintah untuk mengelola sektor keuangan yang transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
Kegagalannya :
- Pembangunannya masih belum merata
- Indonesia masih meminjam uang ke luar negri
6. Perbedaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi !
Pembangunan ekonomi selalu memperhatikan pertumbuhan penduduk dengan kenaikannya PDB dan tidak hanya menekankan pada pertumbuhan secara fisik, melainkan juga perbaikan kelembagaan, kondisi ekonomi, sikap, dan struktur yang ada supaya lebih berhasil guna dan berdaya guna.
Pertumbuhan ekonomi hanya menekankan kenaikan PDB tanpa membandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk dan hanya melihat kenaikan tanpa akibat atau perbaikan kondisi yang ada.
7. Sebuah kasus pembangunan berwawasan lingkungan / tidak !
Contohnya seperti pembangunan ruko-ruko yang marak dilakukan sekarang-sekarang ini, Hal itu membuat sejumlah penduduk kehilangan tempat tinggalnya karena digusur untuk pembuatan pembangunan ini. Hasilnya banyak para penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal hanya karena pembangunan ruko-ruko untuk investasi masyarakat lainnya sementara tidak memperhatikan kondisi masyarakat kalangan bawah.
8. Profil wirausahawan yang akan dikunjungi oleh kelompokmu!
Belum melakukan wawancara
“To the world you may be just one person, but to one person you may be the world."
Love Picture
Love
Senin, 10 September 2012
Sabtu, 04 Agustus 2012
Perbedaan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi
Perbedaan
Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan
Pertumbuhan Ekonomi :
1. Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
2. Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
3. Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
4. Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
5. Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
6. Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak
1. Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
2. Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
3. Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
4. Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
5. Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
6. Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak
Pembangunan
ekonomi:
1. Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
2. Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
3. Memperhatikan pertambahan penduduk.
4. Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
5. Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
6. Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.
Sumber : LKS Ekonomi 2c untuk Kelas2 SMU, Tiga Serangkai Penerbit
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/1999239-perbedaan-pertumbuhan-ekonomi-dan-pembangunan/#ixzz22XoYu61I
1. Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
2. Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
3. Memperhatikan pertambahan penduduk.
4. Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
5. Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
6. Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.
Sumber : LKS Ekonomi 2c untuk Kelas2 SMU, Tiga Serangkai Penerbit
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/1999239-perbedaan-pertumbuhan-ekonomi-dan-pembangunan/#ixzz22XoYu61I
Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi
§ Merupakan proses naiknya produk per kapita
dalam jangka panjang.
§ Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
§ Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
§ Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup
masyarakat.
§ Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai
dengan pembangunan ekonomi
§ Setiap input
dapat menghasilkan output yang lebih banyak
Pembangunan ekonomi
§ Merupakan proses perubahan yang terus
menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
§ Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk
pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
§ Memperhatikan pertambahan penduduk.
§ Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
§ Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan
pertumbuhan ekonomi.
§ Setiap input
selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan
kelembagaan dan pengetahuan teknik.
Perbedaan Pertumbuhan dan
Pembangunan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi :
Pertumbuhan Ekonomi :
·Ditandai
dengan kenaikan GNP = Gross National Product, tidak disertai dengan perubahan
struktur ekonomi
·Tidak
memperhatikan tingkat pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan Ekonomi
·Kenaikan
GNP disertai perubahan struktur ekonomi
· Dengan
memperhatikan pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
Minggu, 29 Juli 2012
Pelarangan pembangunan tol di Jakarta
![]() |
| Jalan tol Jagorawi |
Setelah saya meneliti lagi bagaimana dampak dari pembangunan ekonomi ini ternyata masyarakat miskin belum merasa adil dengan pembangunan tol yang akan terus dibangun lagi. Jika pembangunan tol terus dilakukan yang ada perumahan rakyat kecil yang akan dikorbankan. Misalnya penggusuran pemukiman penduduk yang menyebabkan mereka tidak mempunya tempat tinggal lagi.
Maka dari itu tokoh Faisal Basri (calon Gubernur DKI Jakarta) mengatakan jangan ada lagi pembangunan tol di Jakarta. Pembangunan tol itu hanya membuat semakin macet karena semakin banyak orang kaya yang memiliki mobil pribadi. Rakyat miskin hanya bisa menggunakan angkutan umum, tapi angkutan umum sekarang kurangnya kepedulian dari pemerintah yang membuat tidak nyaman.
Jadi tidak selamanya hasil dari pembangunan ekonomi berjalan mulus. Tujuan pembangunan ekonomi sendiri untuk mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan standar hidupnya.
Senin, 16 Juli 2012
Ketenagakerjaan
Dalam aspek kehidupan manusia ketenagaankerja mencangkup:
1. Angkatan kerja >> sebagian jumlah penduduk yang punya pekerjaan
2. Tenaga kerja >> seluruh jumlah penduduk yang dapat bekerja dan sanggup bekerja
3. Bukan tenaga kerja >> mereka yang belum mencukupi umur untuk bekerja walau sudah ada permintaan bekerja
4. Usia produktif >> tingkat umur yang sudah diharapkan bekerja dan menghasilkan pendapatan
5. Kesempatan kerja >> hubungan antara angkatan kerja dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja
6. Pasar tenaga kerja >> pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli
Penduduk merupakan sumber angkatan kerja sehingga profil ketenagakerjaan merupakan gambaran kondisi demografi. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan sendirinya akan mencerminkan laju pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi pula.
Demikian pula dengan program peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan produktivitas dari mereka yang pendapatan individunya masih rendah. Program pemerintah tersebut akan dapat membuka dan memperluas kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan penduduk miskin.
Penduduk usia kerja digolongkan sebagai angkatan kerja bila mereka mencari pekerjaan dan secara ekonomis berpotensi menghasilkan pendapatan, dan digolongkan sebagai bukan angkatan kerja bila mereka bersekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya.
Peneliti Independen dan tenaga ahli Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Iswan Abdullah menilai, masalah ketenagakerjaan, khususnya angkatan kerja yang sudah bekerja dan upah pekerja di Indonesia dapat menghambat laju investasi asing langsung (FDI/foreign direct invesment) di Indonesia. Pasalnya, upah pekerja jadi salah faktor dominan dalam FDI.
Jumlah angkatan kerja tahun sebelumnya merupakan faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap masuknya investasi langsung di Indonesia, akan tetapi jumlah angkatan kerja yang sudah bekerja pada tahun sebelumnya dan upahnya dua tahun sebelumnya jadi faktor negatif terhadap FDI,
1. Angkatan kerja >> sebagian jumlah penduduk yang punya pekerjaan
2. Tenaga kerja >> seluruh jumlah penduduk yang dapat bekerja dan sanggup bekerja
3. Bukan tenaga kerja >> mereka yang belum mencukupi umur untuk bekerja walau sudah ada permintaan bekerja
4. Usia produktif >> tingkat umur yang sudah diharapkan bekerja dan menghasilkan pendapatan
5. Kesempatan kerja >> hubungan antara angkatan kerja dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja
6. Pasar tenaga kerja >> pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli
Penduduk merupakan sumber angkatan kerja sehingga profil ketenagakerjaan merupakan gambaran kondisi demografi. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan sendirinya akan mencerminkan laju pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi pula.
Demikian pula dengan program peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan produktivitas dari mereka yang pendapatan individunya masih rendah. Program pemerintah tersebut akan dapat membuka dan memperluas kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan penduduk miskin.
Penduduk usia kerja digolongkan sebagai angkatan kerja bila mereka mencari pekerjaan dan secara ekonomis berpotensi menghasilkan pendapatan, dan digolongkan sebagai bukan angkatan kerja bila mereka bersekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya.
Peneliti Independen dan tenaga ahli Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Iswan Abdullah menilai, masalah ketenagakerjaan, khususnya angkatan kerja yang sudah bekerja dan upah pekerja di Indonesia dapat menghambat laju investasi asing langsung (FDI/foreign direct invesment) di Indonesia. Pasalnya, upah pekerja jadi salah faktor dominan dalam FDI.
Jumlah angkatan kerja tahun sebelumnya merupakan faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap masuknya investasi langsung di Indonesia, akan tetapi jumlah angkatan kerja yang sudah bekerja pada tahun sebelumnya dan upahnya dua tahun sebelumnya jadi faktor negatif terhadap FDI,
Berdasarkan sample data tahun
1973-2004 pada penelitian yang pernah ia lakukan pada 2007 silam, upah pekerja
menempati urutan ketujuh dari delapan faktor yang mempengaruhi FDI di
Indonesia.
Menurutnya, faktor upah memang masih
lebih rendah bila dibandingkan tujuh faktor lainnya. Perhitungan itu
berdasarkan nilai elastisitas dari keseluruhan delapan faktor, dari yang
teratas, yakni angkatan kerja (Elastisitas 28,44), pendapatan perkapita (3,01),
kesempatan kerja (2,78), nikai tukar valas rupiah dolar (0 ,54 ), pertumbuhan
ekonomi (0,41), nilai ekspor (0,36), upah pekerja (0,21), dan inflasi (0,12).
Seharusnya pemerintah harus
lakukan peningkatan skill dan kompetensi para angkatan kerja yang sudah bekerja
sehingga menjadi daya tarik bagi para investor asing nantinya.
Selain itu, lanjutnya, perlu adanya
kenaikan upah minimum pekerja (UMP) dari pemerintah guna meningkatkan daya beli
pekerja saat terjadi inflasi yang tinggi. Dampak krisis ekonomi
akan berpengaruh terhadap pekerja berpenghasilan UMP. Bila tidak ada
peningkatan upah, maka akan menyebabkan aksi besar-besaran yang dilakukan oleh
para buruh nantinya.
Angkatan kerja dan upah juga
menjadi faktor dominan untuk meningkatkan FDI, sehingga harus
menuntut kenaikan UMP. Indonesia pun menjadi negara yang paling kondusif dan
aman sebagai tujuan investasi (asing),
Senin, 28 Mei 2012
Lumpur aktif dan proses oksidasi dalam pengolahan air limbah
Metode lumpur aktif memanfaatkan mikroorganisme (terdiri ± 95% bakteri,
sisanya protozoa, rotifer, dan jamur) sebagai katalis untuk menguraikan
material yang terkandung di dalam air limbah. Proses lumpur aktif
merupakan proses aerasi (membutuhkan oksigen). Pada proses ini mikroba
tumbuh dalam flok (lumpur) yang terdispersi sehingga terjadi proses degradasi.
Proses ini berlangsung dalam reactor yang dilengkapi recycle/umpan balik lumpur
dan cairannya. Lumpur secara aktif mereduksi substrat yang terkandung di
dalam air limbah.
Tahapan pengolahan air limbah dengan metode lumpur aktif sebagai berikut:
1.Tahap awal
Pada tahap ini dilakukan pemisahan benda-benda asing seperti kayu, bangkai binatang, pasir, dan kerikil. Sisa-sisa partikel digiling agar tidak merusak alat dalam sistem dan limbah dicampur agar laju aliran dan konsentrasi partikel konsisten.
2.Tahap primer
Tahap ini disebut juga tahap pengendapan. Partikel-partikel berukuran suspensi dan partikel-partikel ringan dipisahkan, partikel-partikel berukuran koloid digumpalkan dengan penambahan elektrolit seperti FeCl3, FeCl2, Al2(SO4)3, dan CaO.
3.Tahap sekunder
Tahap sekunder meliputi 2 tahap yaitu tahap aerasi (metode lumpur aktif) dan pengendapan. Pada tahap aerasi oksigen ditambahkan ke dalam air limbah yang sudah dicampur lumpur aktif untuk pertumbuhan dan berkembang biak mikroorganisme dalam lumpur. Dengan agitasi yang baik, mikroorganisme dapat melakukan kontak dengan materi organik dan anorganik kemudian diuraikan menjadi senyawa yang mudah menguap seperti H2S dan NH3sehingga mengurangi bau air limbah. Tahap selanjutnya dilakukan pengendapan. Lumpur aktif akan mengendap kemudian dimasukkan ke tangki aerasi, sisanya dibuang. Lumpur yang mengendap inilah yang disebut lumpur bulki.
4.Tahap tersier
Tahap ini disebut tahap pilihan. Tahap ini biasanya untuk memisahkan kandungan zat-zat yang tidak ramah lingkungan seperti senyawa nitrat, fosfat, materi organik yang sukar terurai, dan padatan anorganik. Contoh-contoh perlakuan pada tahap ini sebagai berikut:
a. Nitrifikasi/denitrifikasi
~Nitrifikasi adalah pengubahan amonia (NH3 dalam air atau NH4+) menjadi nitrat (NO3-) dengan bantuan bakteri aerobik. Reaksi:
2 NH4+(aq) + 3 O2(g) -> 2 NO2-(aq) + 2 H2O(l) + 4 H+(aq)
2 NO2- (aq) +O2(g)à2 NO3- (aq)
~Denitrifikasi adalah reduksi nitrat menjadi gas nitrogen bebas seperti N2, NO, dan NO2.
Senyawa NO3 à gas nitrogen bebas.
b. Pemisahan fosfor
1.Tahap awal
Pada tahap ini dilakukan pemisahan benda-benda asing seperti kayu, bangkai binatang, pasir, dan kerikil. Sisa-sisa partikel digiling agar tidak merusak alat dalam sistem dan limbah dicampur agar laju aliran dan konsentrasi partikel konsisten.
2.Tahap primer
Tahap ini disebut juga tahap pengendapan. Partikel-partikel berukuran suspensi dan partikel-partikel ringan dipisahkan, partikel-partikel berukuran koloid digumpalkan dengan penambahan elektrolit seperti FeCl3, FeCl2, Al2(SO4)3, dan CaO.
3.Tahap sekunder
Tahap sekunder meliputi 2 tahap yaitu tahap aerasi (metode lumpur aktif) dan pengendapan. Pada tahap aerasi oksigen ditambahkan ke dalam air limbah yang sudah dicampur lumpur aktif untuk pertumbuhan dan berkembang biak mikroorganisme dalam lumpur. Dengan agitasi yang baik, mikroorganisme dapat melakukan kontak dengan materi organik dan anorganik kemudian diuraikan menjadi senyawa yang mudah menguap seperti H2S dan NH3sehingga mengurangi bau air limbah. Tahap selanjutnya dilakukan pengendapan. Lumpur aktif akan mengendap kemudian dimasukkan ke tangki aerasi, sisanya dibuang. Lumpur yang mengendap inilah yang disebut lumpur bulki.
4.Tahap tersier
Tahap ini disebut tahap pilihan. Tahap ini biasanya untuk memisahkan kandungan zat-zat yang tidak ramah lingkungan seperti senyawa nitrat, fosfat, materi organik yang sukar terurai, dan padatan anorganik. Contoh-contoh perlakuan pada tahap ini sebagai berikut:
a. Nitrifikasi/denitrifikasi
~Nitrifikasi adalah pengubahan amonia (NH3 dalam air atau NH4+) menjadi nitrat (NO3-) dengan bantuan bakteri aerobik. Reaksi:
2 NH4+(aq) + 3 O2(g) -> 2 NO2-(aq) + 2 H2O(l) + 4 H+(aq)
2 NO2- (aq) +O2(g)à2 NO3- (aq)
~Denitrifikasi adalah reduksi nitrat menjadi gas nitrogen bebas seperti N2, NO, dan NO2.
Senyawa NO3 à gas nitrogen bebas.
b. Pemisahan fosfor
Fosfor dapat dipisahkan dengan cara koagulasi/ penggumpalan dengan garam Al dan Ca, kemudian disaring.
Al2(SO4)3+14H2O(s) + 2 PO43-(aq)à2 AIPO4(s) + 3 SO42-(aq) + 14 H2O(l)
5 Ca(OH)2(s) + 3 HPO42-(aq)à Ca5OH(PO4)3(s) + 6 OH-(aq) + 3 H2O(l).
remedial UH 3 ekonomi
Tugas remedial ekonomi UH 3
16. Besarnya konsumsi pada saat
pendapatan nol (tidak mempunyai pendapatan) disebut : Autonomous Consumption
17. Tambahan konsumsi dibagi dengan
tambahan pendapatan disebut : Marginal propensity to consume
18. Konsumsi adalah fungsi dari :
Pendapatan
19. Fungsi konsumsi masyarakat
adalah C= 10 M + 0,6Y. Besarnya tingkat konsumsi pada saat pendapatan
sebesar Rp 900 M adalah :
Jwb
: C= 10 M + O,6 (900)
= 10 M + 540
= 550 M
20. Jika pendapatan Rp 1.000.000
konsumsi Rp 800.000. Jika pendapatan naik menjadi Rp 1.500.000 konsumsi naik
menjadi Rp 1.000.000. Dari data tersebut fungsi konsumsi adalah :
Jwb
: Y – Y1 = C - C1 Y-
1.000.000 = C- 800.000
Y2 – Y1 C2- C1 500.000 200.000
200.000Y - 200.000.000.000= 500.000C-
400.000.000.000
200.000Y-200.000.000.000+400.000.000.000
= 500.000C
5C
– 40 = 2Y – 20
5C
= 20 + 2Y
C
= 400 + O,4Y
21. Selain factor pendapatan dibawah ini yang bukan merupakan factor-faktor
yang ikut menentukan besarnya konsumsi masyarakat adalah : Faktor agama
22. Nilai pendapatan dikurangi konsumsi merupakan : Tabungan
23. Jika diketahui fungsi konsumsi
C = 200 + 0,8Y maka fungsi tabungan adalah :
Jwb : C = 200 +
0,8Y
S = -200 + (1 – 0,8)Y
= -200 + 0,2Y
24. Jika diketahui persamaan konsumsi C = 20 juta + 0,2Y. Maka
pendapatan saat break even point sebesar :
C = Y
Y= 20 + 0,2Y
0,8Y = 20
Y= 25 juta
25. Semakin tinggi tingkat bunga maka investasi akan semakin : Rendah
26. Hubungan antara tingkat bunga dan investasi bersifat : Negatif
27. Pada tingkat pendapatan sebesar Rp 1.000.000 pengeluaran konsumsi
rumah tangga sebesar Rp 1.300.000, Ketika pendapatan meningkat menjadi Rp
1.250.000, pengeluaran konsumsi rumah tangga juga meningkat menjadi Rp 1.500.000.
Berdasarkan informasi tersebut maka rumah tangga akan mencapai titik impas pada
tingkat pendapatan sebesar :
28. Apabila fungsi konsumsi ditunjukkan oleh C = 100 + 0,8Y, maka
fungsi tabungannya :
Jwb : C = 100 +
0,8Y
S = -100 + (1- 0,8)Y
S = -100 + 0,2 Y
29. Investasi adalah fungsi dari : Tingkat bunga
30. Jika diketahui ΔY = 1.000
dan ΔC = 700, maka besar MPS adalah :
MPC
= ΔC = 700 = 7 = 0,7
ΔY 1.000
10
MPC + MPS = 1
0,7 + MPS = 1
MPS = 0,3
ESSAY!
4.Jika Y=100,C=70
Jika Y=200, C=130
Tentukan persamaan konsumsinya!
jawab: y-100/200-100 =c-70/130-70
y-100/100 =c-70/60
60y-6000 =100c-7000
60y = 100c-7000+6000
60y =100c-1000
-100c =-1000-60y
c = 10+0,6y
5. Jika diketahui fungsi C=200+0,75Y tentukan berapa pendapatan pada saat break even income dan gambar kurvanya!
jawab: C= 200+0,75
Y=C
Y=200+0,75y
Y-0,75y=200
0,25y =200
y =200/1/4=800
6.Mengapa jika tingkat bunga naik maka konsumsi turun? Berikan alasannya!
jawab: karena,jika tingkat bunga naik,masyarakat tertarik untyk lebih banyak menabung.Dengan menabung dapat memperoleh pendapatan bunga yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan kegiatan lain.Akibatnya anggaran untuk konsumsi dikurangi.
Jika Y=200, C=130
Tentukan persamaan konsumsinya!
jawab: y-100/200-100 =c-70/130-70
y-100/100 =c-70/60
60y-6000 =100c-7000
60y = 100c-7000+6000
60y =100c-1000
-100c =-1000-60y
c = 10+0,6y
5. Jika diketahui fungsi C=200+0,75Y tentukan berapa pendapatan pada saat break even income dan gambar kurvanya!
jawab: C= 200+0,75
Y=C
Y=200+0,75y
Y-0,75y=200
0,25y =200
y =200/1/4=800
6.Mengapa jika tingkat bunga naik maka konsumsi turun? Berikan alasannya!
jawab: karena,jika tingkat bunga naik,masyarakat tertarik untyk lebih banyak menabung.Dengan menabung dapat memperoleh pendapatan bunga yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan kegiatan lain.Akibatnya anggaran untuk konsumsi dikurangi.
Jumat, 23 Maret 2012
Birthday greeting \\(^,^)//
![]() |
| From Cut Hannasa |
Nah ini dia ucapan ucapan dari temen-temen aku <3
![]() |
| ucapan dari my lovely Anita |
![]() |
| Dari Dhikaaaa |
![]() |
| Ipeh dan Cika |
Itu dia sebagian dari ucapan-ucapan birthdaty ke aku. Aku seneng banget soalnya juga dapet kado dari sahabt-sahabat aku waahh aku sayang mereka semua deh apalagi mereka ngasih hadiahnya yang aku suka yaitu Winnie the pooh. Terimakasih semuanya I love that moment!!
Langganan:
Postingan (Atom)








